Tag: cabut gigi

Cabut Gigi Susu Anak-Anak

Gigi susu adalah gigi sementara pada anak-anak yang akan berganti menjadi gigi dewasa. Gigi susu mulai tumbuh pada bayi usia 6 bulan hingga 2 atau 3 tahun. Pada umumnya ketika usia anak mulai 7 tahun, gigi seri dewasa mulai tumbuh hingga berakhir dengan tumbuhnya gigi geraham dewasa pada usia 12 tahun atau lebih.

Pada saat pergantian gigi susu ke gigi dewasa akan terjadi tanggalnya gigi susu, karena gigi dewasa membutuhkan ruang untuk tumbuh. Oleh karena itu gigi susu akan tanggal dengan sendirinya atau dengan proses pencabutan.

Pencabutan gigi susu bisa dilakukan sendiri biasanya ketika gigi sudah goyang atau pencabutan gigi oleh dokter gigi. Namun ketika pencabutan gigi oleh dokter gigi, biasanya anak-anak cenderung akan menolak karena takut. Oleh karena itu perlu pendekatan khusus jika pencabutan gigi harus ditangani oleh dokter gigi.

Beberapa kasus pencabutan gigi susu yang mengharuskan ditangani oleh dokter gigi adalah :

  1. Ketika gigi susu kesundulan gigi dewasa. Apabila kondisinya seperti ini, maka mau tidak mau gigi susu harus segera dicabut agar gigi dewasa bisa tumbuh dengan sempurna dan rapi.
  2. Ketika gigi susu mengalami kerusakan atau karies yang bisa menyebabkan infeksi. Karena jika dibiarkan akan semakin parah dan menyebabkan sakit gigi. Oleh karena itu pilihan untuk cabut gigi susu adalah pilihan terbaik untuk menghindari infeksi lebih lanjut.
  3. Ketika usia sudah beranjak dewasa, namun gigi susu tidak lekas tanggal juga merupakan salah satu alasan untuk mencabut gigi susu. Karena agar segera tumbuh gigi dewasa.
  4. Ada kalanya gigi dewasa tidak tumbuh karena terhalang gigi susu yang masih utuh dan rapat. Namun setelah dilakukan rontgen gigi terlihat gigi dewasa sudah mulai tumbuh di dalam gusi. Karena terhalang gigi susu, maka gigi dewasa tadi tidak bisa tumbuh keluar.

Efek Setelah Cabut Gigi

Setelah dilakukan pencabutan gigi, pasti ada rongga atau sela diantara gigi atau yang biasa dikenal dengan istilah ompong. Dengan kondisi ompong tersebut selain mengganggu penampilan atau estetika, juga membuat tidak nyaman dalam berbicara maupun mengunyah makanan.

Selain dampak yang mengganggu di atas, ada dampak lainnya yang ditimbulkan dan mungkin jarang disadari oleh kebanyakan orang, yaitu pergeseran gigi dan perubahan terhadap tulang rahang. Sehingga bisa membuat susunan gigi yang masih utuh bergeser atau bahkan miring, sedangkan perubahan terhadap tulang rahang bisa menyebabkan perubahan terhadap bentuk wajah.

Jika sampai gigi bergeser atau bahkan miring, maka untuk merapikan lagi ke posisi semula akan menjadi sulit. Salah satu cara untuk merapikan gigi yang sudah bergeser tadi adalah dengan penggunaan behel gigi. Dan penggunaan behel gigi juga tidak murah dan perlu waktu yang tidak sebentar, apalagi jika usia sudah tidak muda lagi.

Karena dampak yang ditimbulkan tersebut di atas, maka sebaiknya gigi yang sudah dicabut atau sudah hilang harus segera diganti dengan gigi tiruan atau gigi palsu. Sehingga tidak ada lagi ruang yang kosong antar gigi akibat gigi yang dicabut atau hilang. Dan pergeseran gigi maupun perubahan tulang rahang bisa dicegah.

Penggunaan gigi tiruan atau gigi palsu memang tidak bisa menggantikan fungsi gigi asli secara 100%, namun gigi tiruan atau gigi palsu masih lebih baik dibanding tidak menggunakan sama sekali.

Kesimpulannya adalah setelah cabut gigi, sangat disarankan untuk menggunakan gigi tiruan atau gigi palsu meskipun itu tidak wajib.

 

Facebook
Facebook
Google+
Google+
https://doktergigi.id/tag/cabut-gigi">
PINTEREST
PINTEREST
LinkedIn
INSTAGRAM